Minggu, 24 November 2013

TUGAASSSSS

Beberapa hotel menggunakan istilah concierge, namun di hotel lain ada yang menggunakan istilah uniformed service untuk pekerjaan yang hampir sama.

Tugas utama bagian ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan pelayanan penanganan barang bawaan tamu tiba, pindah kamar dan tamu-tamu berangkat
2. Memberikan pelayanan penyampaian surat & pesan tamu
3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelayanan tamu
2.Tim concierge
Banyak atau sedikitnya petugas dibagian concierge tergantung pada ukuran hotel dan spesifikasi pelayanan dan pekerjaannya. Berikut ini adalah contoh struktur organisasi bagian concierge pada hotel besar yaitu :
Jika dilihat dari struktur organisasi bahwa concierge terdiri dari beberapa seksi yaitu : chief concierge, bell captain, airport representative, doorman/doorgirl, bellman/bellboy.
Jenis-jenis barang bawaan tamu 
Ada beberapa jenis barang bawaan tamu yang lazim dibawa pada saat menginap di hotel yaitu:

1.Trunk : sebuah tas atau koper besar untuk membawa pakaian dan perlengkapan lain seperti perlengkapan film.
Trunk
2.Suitcase : digunakan saat perjalanan untuk membawa pakaian. Tas ini sering dikenal dengan koper pakaian. Suit case ada 2 macam yaitu :hard suitcases terbuat dari metal atau plastik, sedangkan soft
suitcases terbuat dari kulit, kain atau kain kanvas.

3.Handbag (satchel) : sebuah jenis tas yang terbuat dari bahan yang lembut seperti kulit, plastik, kain, atau kanvas yang diberi lapisan didalamnya yang mana biasanya tas ini dibawa dengan cara menenteng. Tas ini biasanya untuk membawa barang-barang yang sifatnya ringan.
4.Briefcase : bentuknya hampir sama dengan tas tangan, tas tangan ini biasanya digunakan untuk membawa dokumen.
5.Cosmetic case (beauty case, vanity case) : tas untuk menyimpan berbagai peralatan kosmetika.
Cosmetic case
6.Hat box : tas untuk menyimpan atau membawa topi, bentuk tas ini umumnya menyerupai topi yang dibawa.
7.Haversack : tas ini terbuat dari kanvas, dikenal juga dengan tas tentara, tas untuk membawa pakaian dan atau makanan.
8.Val-pak (val case) : sejenis tas pakaian yang dapat dilipat, biasanya tas ini dapat digantungkan.
9.Traveling bag (houlder-bag) : tas kecil atau sering disebut tas pundak, biasanya digunakan oleh para pendaki gunung.
10.Garment bag (valet bag, suit bag) : biasanya terbuat dari kulit, kain atau plastik. Tas ini biasanya untuk membawa baju jas, jaket, celana dsb dan bisa digantung di hanger.
11.Golf case : tas untuk membawa perlengkapan olah raga golf
12.Camera case : tas untuk membawa perlengkapan foto seperti camerabody, lensa, flashes dsb. 
  Budaya membungkuk di Jepang ini disebut dengan お辞儀 (ojigi). Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lain. Sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing. Namun, sikap membungkuk ini kadang terlihat ketika sesorang sedang bercakap-cakap secara intens, hal tersebut mencerminkan bahwa sang pembicara sangat menghormati lawan bicara. Bahkan ketika seorang karyawan menerima telepon dari atasannya pun akan membungkuk-bungkuk (padahal bicara lewat telepon kan tidak bertemu langsung). Ungkapan terimakasih dan maaf juga disertai dengan membungkukkan badan.

Ada beberapa jenis cara membungkuk, yang pertama adalah mengangguk pelan, 5 derajat. Ini adalah jenis salam ketika kita bertemu dengan teman dekat, teman sebaya, orang yang umurnya lebih muda dari kita, dan orang yang pangkat atau kedudukan sosialnya lebih rendah dari kita. Yang kedua, membungkuk salam (Eshaku /会) 15 derajat. Cara membungkuk ini sedikit lebih formal dan digunakan untuk memberi salam kepada orang-orang yang kita kenal tapi tidak akrab. Ketiga adalah membungkuk hormat (Keirei /敬礼), 30 derajat. Ini adalah cara membungkuk yang sangat formal. Digunakan untuk menunjukan rasa hormat  kepada atasan atau kepada orang yang umurnya lebih tua.

Selanjutnya adalah membungkuk hormat tertinggi (Sai-keirei /最敬礼),  45 derajat. Ini adalah cara membungkuk yang mempunyai arti sangat dalam. Ini adalah cara menunjukkan rasa bersalah  yang sangat dalam ketika melakukan kesalahan. Cara membungkuk ini juga digunakan untuk  memberikan hormat kepada orang-orang yang sangat tinggi jabatan dan status sosialnya, seperti Kaisar Jepang misalnya. Yang terakhir sekaligus yang paling jarang digunakan adalah membungkuk sambil berlutut. Cara membungkuk ini adalah yang amat sangat dalam artinya. Orang akan berlutut seperti ini jika dia telah melakukan kesalahan fatal, seperti kesalahan yang mengakibatkan kematian orang lain. Ini juga cara orang-orang menghormati Kaisar di jaman dulu.


Intinya, semakin kita menghormati orang tersebut, semakin dalam bungkukan kita. Semakin besar perasaan bersalah kita kepada seseorang, semakin dalam pula bungkukan kita. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan.

Sumber: thegreatgeekmanual.com
OJIGI
1. Pengertian ojigi
Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lainnya/sesuatu dengan cara membungkukkan diri.
Ada dua jenis ojigi :
1.  ritsurei (立礼) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
2.  zarei (座礼).adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.
Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:
1.  saikeirei (最敬礼),adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih
2.  keirei (敬礼), yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat
3.  eshaku (会釈), adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat
Saikeirei  sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.
Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat
2. Tata cara ojigi
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal
Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.
3. Waktu melakukan ojigi
Beberapa kondisi dalam melakukan ojigi :
- Saat memperkenalkan diri
- Saat meminta maaf
- Saat membalas ojigi, dll

—————————————————————————————–
JIKOSHOKAI
1. Pengertian jikoshokai
jikoshokai adalah tradisi memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang dan tata cara budaya jepang.
2. Tata cara jikoshokai
Berdiri dengan sikap sempurna, lakukan ojigi, ucapkan beberapa hal mengenai diri sendiri.
3. Kosakata jikoshokai
Watashi à Saya
Namae à Nama
Kara à Asal/dari
Kimashita à Datang
4. Contoh jikoshokai
berdiri tegak, ucapkan salam, lakukan ojigi, ucapkan kalimat perkenalan dengan kosakata yang telah dipelajari.
Contoh kalimat :
Watashi no namae wa ………….. desu.
…………… kara kimashita.
- See more at: http://ingintaujepang.blogspot.com/2011/07/tata-cara-ojigi-dan-jikoshokai.html#sthash.XQ6r6qkH.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar